Mengolah sampah dengan baik untuk kelestarian lingkungan

Mengolah sampah dengan baik untuk kelestarian lingkungan

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga

cara membuat pupuk komposKompos adalah pupuk alami yang terbuat dari bahan-bahan hijauan dan bahan organik lain yang sengaja ditambahkan untuk mempercepat proses pembusukan, misalnya kotoran ternak. Bahkan terkadang, ada yang membuat pupuk kompos dengan ditambahkan pupuk buatan pabrik, seperti Urea misalnya.

Sampah rumah tangga di pekotaan yang menggunung merupakan bahan pupuk kompos yang sangat potensial. Hanya saja tentu perlu diperhatikan bahwa sebelum digunakan sampah itu dipisahkan dulu bagian rubbishnya. Jadi, yang nantinya yang dimanfaatkan sebagai kompos hanyalah sampah-sampah jenis garbage saja, karena sampah ini mudah sekali membusuk. Dengan demikian sebelum mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos, maka pecahan-pecahan kaca, botol-botol bekas, bongkah semen beton dan batuan, lembaran plastik atau mika, tonggak kayu dan bahan-bahan lain yang tida mudah lapuk haruslah disingkirkan.

3 Cara Membuat Pupuk Kompos

Cara membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga pada dasarnya tidak ada beda prosesnya dengan jika membuat kompos dari hijauan, misalnya dari berjenis-jenis daun tanaman makanan ternak. Kita bisa memiliki salah satu dari 3 cara membuat pupuk kompos berikut ini :

1. Kompos Siap Jadi

Kalau yang ini memang tidak perlu proses pengomposan lagi, karena tumpukan sampah sudah mengalami proses pembusukan dan penghancuran selama beberapa lama di alam terbuka. Tanah bekas timbunan sampah yang sudah berlangsung lama, kira-kira sudah lebih dari setahun, kita gali.

Sampah yang sudah menyerupai tanah ini lalu dipisahkan dari bahan-bahan lain yang tida bisa lapuk. Selanjutnya, tanah sampah dijemur sampai kering, lalu diayak. Setiap kilogram tanah sampah ini dibubuhi belerang sebanyak 50-100 gram. Hasilnya adalah berupa pupuk  kompos siap pakai yang bisa segera dimanfaatkan untuk memupuk tanaman. Formula pupuk kompos seperti ini telah diproduksi oleh sebuah pabrik kompos di Medan, Sumatera Utara. Ternyata bisa terbukti cara membuat pupuk kompos yang demikian dapat memperbaiki struktur tanah pertanian dan memperkaya kandungan hara dalam tanah.

2. Kompos Campur Kulit Buah Kopi

Komposisi bahan yang diperlukan untuk membuat pupuk kompos ini adalah 2,25 – 4 m³ sampah garbage, 6,5 m³ kulit buah kopi, 750 kg kotoran hewan memah biak (kira-kira 50 blek minyak tanah isi 20 literan) dan 30 kg abu dapur atau abu kayu.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut :

  1. Akan lebih baik jika bak pengomposan terbuat dari bak semen. Dasar bak dibuat cekung dan melekuk di bagian tengahnya, lalu di salah satu sisi bak itu dibuatkan lubang. Maksudnya agar cairan yang terbentuk selama pengomposan dapat tuntas dan tertampung dengan baik. Karena cairan ini nantinya juga akan dimanfaatkan lagi, disiramkan ke atas bahan-bahan yang sedang dikomposkan.
    Seandanya kita tidak bisa menyediakan bak semen, bak pengomposan bisa juga berupa tanah galian dengan lubang berukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang, lebar, tinggi). Hanya saja, kalau kita menggunakan bak pengomposan semacam ini hasilnya tidak akan sempurna dan juga komposnya nanti akan menjadi lembek dan sangat berair.
  2. Kalau bak pengomposan sudah siap, sampah beserta buah kopi dan kotoran ternak diaduk jadi satu. Campuran ini dimasukkan ke dalam bak sampai setinggi 1 m. Ingat, jangan dipadatkan! sebab kalau dipadatkan tumpukan akan menjadi mampat dan kekurangan oksigen. Akibatnya, mikroorganisme anaerob yang akan berkembang biak mendominasi mikroorganisme aerob sehingga proses pengomposan tidak akan dapat berlangsung sempurna. Setelah itu, bagian atas tumpukan bahan tadi ditaburi abu secara merata.
  3. Beberapa minggu kemudian suhu udara dalam campuran kompos akan meningkat pesat selama 4-5 hari, lalu segera menurun lagi. Ini merupakan suatu pertanda bahwa proses pengomposan dapat berlangsung dengan baik.
  4. Cairan yang keluar dari bak semen harus ditampung. Cairan ini disiramkan ke permukaan campuran kompos untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.
  5. Setelah 2-3 minggu kompos perlu dibolak-balik dengan baik setiap minggu. Biasanya setelah 2-3 bulan kompos sudah cukup matang dengan sempurna.
  6. Sebelum dimanfaatkan sebaiknya kompos dijemur dulu sampai agak kering dan kadar airnya kira-kira tinggal 50-60 persen saja.

3. Membuat Pupuk Kompos Sistem Bogor

Pengomposan cara ini, konon sudah sejak lama dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor, Jawa Barat. Karena itulah, mengapa sistem pengomposan yang sebenarnya merupakan adaptasi dari pengomposan model indore ini lalu diembel-embeli istilah Bogor. Sampah garbage merupakan bahan dasar pembuatan kompos dengan cara ini dan juga jerami kotor yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.

Sebagai pemacu proses pengomposan perlu disiapkan pula kotoran ternak memamah biak dan air kencingnya. Sedangkan untuk menetralisasi terjadinya peningkatan keasaman selama berlangsung proses pengomposan itu harus pula disediakan abu, bisa abu dapur atau abu kayu.

Selanjutnya, campuran jerami dan sampah ditimbun dalam bedengan berukuran 2,5 x 2,5 m sampai tingginya mencapai 25 cm. Diatasnya ditimbuni campuran kotoran dan air kencing ternak, tipis-tipis saja tetapi merata. Kemudian ditimbunkan lagi campuran jerami dan sampah sampai setinggi 25 cm dan ditutup lagi dengan campuran kotoran dan air kencing ternak. Denujuab seterusnya sampai mencapai ketinggian 1,5 meter.

Nah, selanjutnya bagian paling atas ditimbun abu sampai kira-kira setebal 10 cm.. Kalau pengomposan sudah berlangsung selama 15 hari, campuran dibolak-balik. Begitu pula setelah 30 hari dan 60 hari. Biasanya setelah diproses selama 3 bulan pupuk kompos sudah cukup matang dan segera bisa dimanfaatkan.

Dari ketiga cara membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga diatas bisa dipilih salah satu yang aling sesuai dan mungkin diterapkan di daerah kita. Agaknya cara terakhir memang yang paling memungkinkan, karena bahan-bahannya bisa diperoleh dengan mudah. Walaupun demikian, sebenarnya cara kedua pun bisa diadaptasi. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, karena tidak sedang panen misalnya, bisa saja kulit buah kopi itu kita ganti dengan hijauan daun seperti daun lamtoro atau yang lainnya.

Barangkali perlu pula ditekankan disini, agar pembuatan pupuk kompos anda berhasil dengan baik maka bedengan pengomposan perlu dibuatkan atap naungan. Sebab, air hujan yang menyiram bedengan pengomposan dan terik sinar matahari yang menimpa bedengan secara langsung dapat menggagalkan terjadinya proses pengomposan.