Dampak Pemanasan Global dan Cara Mengatasinya

Pemanasan global adalah suatu proses naiknya suhu yang ada di bumi ini diakibatkan adanya peningkatan gas karbon di atmosfer. Isu ini saat ini sedang dibahas oleh banyak ahli didunia karena dampak pemanasan global ini sangat besar bagi makhluk hidup yang ada di bumi.

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap makhluk hidup memiliki batas toleransi suhu tersendiri, dimana jika suhu di lingkungan yang ia tinggali melebihi ambang batas toleransinya maka makhluk hidup tersebut akan mati. Sehingga jika terjadi kenaikan suhu terus menerus maka akan banyak makhluk hidup yang mengalami kematian diakibatkan tidak tahannya ia terhada suhu. Dampak pemanasan global ternyata bukan hanya masalah kematian yang diakibatkan kenaikan suhu saja, berikut ini akan saya ulas mengenai hal tersebut.

Dampak Pemanasan Global

Apabila diamati sejenak, iklim yang panas akan terasa tidak mengenakkan bagi kehidupan. Tetapi kondisi panas tersebut dapat menaikkan produksi tanaman pangan mencapai 60-80% di beberapa daerah, dikarenakan lebih banyak CO2 di atmosfer yang dapat menaikkan laju fotosintesis. Kenaikan suhu dalam troposfer dapat menyebabkan pendinginan dalam lapisan statosfer, sehingga kondisi tersebut dapat menyebabkan reaksi perusakan ozon secara perlahan. Selain itu, akan banyak dampak merugikan dikarenakan pemanasan global akan menaikkan penggunaan pendingin ruangan.

Produksi tanaman pangan akan banyak terserang hama serangga karena dalam kondisi panas serangga dapat ceat berkembang biak. Contohnya saja seperti yang terjadi saat ini, dimana populasi belalang di seluruh dunia meningkat pesat sehingga menyebabkan banyak sekali lahan pertanian yang porak poranda diakibatkan serangan serangga ini. Kondisi panas akan dapat menaikkan laju penguapan pada tanaman, sehingga tanaman sangat memerlukan ketersediaan air yang cukup. Padahal akibat adanya pemanasan global air dalam tanah akan menguap. sehingga semakin sulit untuk ditanami tanaman produksi pangan.

Kenaikan suhu udara rata-rata 4 derajat Celius akan dapat mengubah pergantian musim, sehingga musim hujan berkurang, timbul angin kencang dan arus gelombang pasang. Bencana banjir terjadi di musim hujan dan sebaliknya terjadi kekeringan di musim kering yang panjang. Tanah yang subur akan berubah menjadi padang pasir yang tandus, danau mulai mengering dan bencana kekeringan serta kelapara akan meluas. Beberapa penelitian dengan menggunakan model menunjukkan bahwa kenaikan suhu atmosfer rata-rata 4°C dapat menaikkan permukaan laut 0,5 sampa 1,5 meter selama 50 sampai 100 tahun, dengan asumsi bahwa es di kutub tidak mencar. Tetapi bila es di kutup mengalami pencairan, kenaikan air permukaan laut menjadi lebih tinggi lagi. Akibatnya akan dapat menenggelamkan sepertiga dari permukaan bumi terutama daerah dataran rendah. Hal seperti ini terjadi pada masa berakhirnya zaman es pada 120.000 tahun yang lalu ketika permukaan air laut naik sampai 6 meter tingginya.

Badan proteksi lingkungan Amerika (EPA) memproyekskan bahwa bila permukaan laut naik 1 meter saja, maka akan merusak daerah pantai di Amerika sekitar 26% sampai 65%. Kadar garam di daerah muara sungai, danau dan dataran rendah dekat pantai akan naik dan tidak dapat digunakan lagi sebagai air minum, karena air laut sudah mengintrusi air tanah.

Cara Mengatasi Pemanasan Global

Dampak pemanasan global sebetulnya sudah  mulai terasa pada beberapa waktu belakangan ini, seperti yang telah diuraikan di bagian awal artikel ini. Beberapa dampaknya telah terlihat jelas dalam kehidupan kita, misalnya kenaikan harga beberapa jenis makanan yang diakibatkan oleh terbatasnya lahan yang daat ditanami setelah bencana banjir dan kekeringan. Kualitas lingkungan juga mulai menurun dan terjadi perubahan musim yang tidak menentu.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh manusia untuk bisa menghentikan atau paling tidak mengurangi laju pemanasan global yang terjadi, diantaranya :

  1. Penghentian emisi CFC dan halon.
  2. Pengurangan penggunaan bahan bakar minyak sedikitnya 20% sampai tahun 2025 dan 50% sampai tahun 2030, dengan jalan pemberian pajak yang tinggi terhadap minyak bumi dengan mengganti bahan alternatif penganti lainnya serta penggunaan bahan yang lebih efisien dan irit.
  3. Pengurangan penggunaan energi batubara, yang dapat menyumbangkan polusi CO2 sampai 60% per unit produksi dengan cara mengganti penggunaan batubara dengan gas alam atau energi alternatif lainnya dalam pembangkit tenaga listrik.
  4. Penggunaan filter atau scrubber untuk menyaring CO2 dari asap buangan pabrik ataupun pembangkit tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar batubara.
  5. Produksi mobil yang irit bahan bakar ditingkatkan sehingga emisi CO2 yang terbuang juga sedikit.
  6. Peningkatan penggunaan energi matahari, angin dan panas bumi.
  7. Peningkatan penggunaan gas alam sebagai pengganti minyak bumi untuk energi dalam masa transisi.
  8. Penebangan hutan harus dikurangi dan penanaman pohon sebagai pengganti (reboisasi) harus ditingkatkan.
  9. Penurunan jumlah kelahiran dalam keluarga berencana.

Penggunaan energi nuklir dapat ditingkatkan, tetapi harus ditingkatkan pula sistem keamanannya dan penanganan limbahnya terhadap bahaya radiasi. Bila kewajiban dan cara penanganan persyaratan tersebut sangat baik maka energi nuklir ini sangat bermanfaat untuk masa yang akan datang. Tetapi beberapa masalah timbul yaitu tidak dapat digunakannya energi nuklir untuk bahan bakar kendaraan bermotor sehingga sumbangannya terhadap pengurangan CO2 di udara relatif kecil.

Dalam beberapa hal tersebut banyak pengamat lingkungan meragukan kesediaan beberapa negara untuk menyetujui beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi pemanasan global tersebut, terutama dalam penggunaan minyak bumi dan penebangan hutan. Dari dua hal tersebut beberapa negara memperoleh pendapatan yang cukup besar untuk memperbaiki sistem perekonomiannya. Pembatasan penggunaan minyak bumi secara ketat dengan tidak memperhatikan bagaimana pengaruhnya terhadap pertimbangan ekonomi akan menyebabkan gangguan sosial ekonomi suatu negara dalam jangka pendek. Hal itulah yang menyebabkan banyak negara penghasil minyak tidak dapat menerimanya.

Dari hal tersebut, jalan keluarnya ialah pada saat pengurangan penggunaan bahan bakar minyak dan penebangan hutan masih menjadi perdebatan, maka pada saat itu juga perlu dilakukan langkah konkret sebagai alternatif cara mengatasi pemanasan global. Beberapa ahli menyarankan beberapa langkah sebagai berikut :

  1. Penelitian yang intensif terhadap penanaman tanaman pangan yang tahan terhadap sedikit air dan tanaman pangan yang tahan terhadap air berkadar garam tinggi.
  2. Membangun bendungan yang dapat menahan daerah pantai terhadap pasang air laut, seperti dilakukan di negara Belanda.
  3. Menghentikan kontruksi di daerah pantai yang landai.
  4. Memindahkan pembuangan tangki bahan beracun di dekat pantai ke daerah yang jauh dari lokasi pantai.
  5. Menimbun persediaan makanan yang cukup untuk kurun waktu yang lama.
  6. Memperluas daerah konservasi pantai untuk kehidupan satwa liar dan membuat daerah baru untuk konservasi sumber daya alam.

Membuat rencana tersebut dan merealisasikannya akan memakan waktu lama, mungkin lebih dari 20 tahun dan memerlukan biaya yang sangat besar.

Tinggalkan komentar