Jenis Burung Lovebird

Burung lovebird merupakan salah satu jenis burung yang banyak dipelihara di Indonesia. Ia memiliki ukuran tubuh sekitar 13-17 cm dan berat 40 – 60 g. Burung ini bersifat sosial, ia biasanya hidup secara berkelompok ataupun berpasangan. Saat dipelihara, burung ini mudah dijinakkan karena mempunyai kemampuan adaptasi yang baik dengan perubahan lingkungan. Selain itu, burung ini adalah burung yang tahan banting alias tidak mudah stress, kecuali bila hidup sendirian. Untuk itu, idealnya memelihara burung ini adalah lebih dari satu burung karena ia hidupnya berkelompok di habitat alaminya.

Lovebird termasuk jenis burung yang cerewet, terlebih jenis non klep. Ia burung yang suka berteriak-teriak dan petarung yang baik. Sehingga, jika ia mendengar suara atau melihat burung sejenis, sifat fighternya langsung naik dan berkobar. Burung ini menyenangi lingkungan yang sejuk dan birahinya cenderung muda naik. Beberapa hal yang menyebabkan birahinya naik misalnya variasi pakan kurang tepat, penjemuran yang terlalu lama atau melihat burung lovebird lain yang sejenis kelamin.

Jenis Burung Lovebird

Lovebird merupakan nama populer untuk jenis burung yang termasuk genus Agapornis. Genus ini terdiri atas sembilan spesies dengan delapan spesies yang hidup secara alami di benua Afrika. Jenis burung lovebird tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

Burung Lovebird Peach

Burung yang bernama latin Agapornis roseicollis ini merupakan burung yang berasal dari daerah kering yang ada di Benua Afrika bagian Barat Daya, seperti Gurun Namib. Jenis ini Memiliki kicauan yang keras tetapi kurang bervariasi.

Sesuai dengan namanya, jenis burung lovebird ini dicirikan dari bulu wajah dan tenggorokannya yang berwarna kemerahan. Ukuran tubuhnya terbilang besar dibanding spesies lainnya, yaitu panjang 17-18 cm dan panjang sayap sekitar 10 cm. Paruhnya berwarna putih tanduk, iris mata berwarna cokelat dan kakinya berwarna abu-abu. Pada bagian atas wajahnya (dahi) memiliki warna merah yang lebih pekat. Ketika belum dewasa, wajah dan tenggorokan burung ini berwarna merah muda pucat dan bagian paruh yang berwarna kecokelatan.

Burung ini harganya cukup mahal karena jumlah populasinya yang sedikit. Menurut IUCN, populasi Agapornis roseicollis sudah mulai mendekati ancaman kepunahan. Seekor burung lovebird berwajah merah dewasa harganya sekitar 1 juta rupiah. Itupun sangat jarang ada yang mau menjualnya di Indonesia.

Burung Lovebird Fisher

Jenis burung yang bernama latin Agapornis fischeri ini berasal dari wilayah Afrika (Kenya Selatan dan Tanzania Utara). Ia merupakan salah satu jenis burung yang populer untuk dipelihara oleh para pecinta burung. Penyebabnya adalah ia memiliki daya tahan tubuh kuat, mudah dijinakkan, mudah diberi makan dan mudah diternakkan.

Panjang tubuh burung ini sekitar 14 cm, warna tubuhnya hampir seluruhnya hijau rumput, sedangkan bagian kepala, leher dan dada berwarna merah jingga. Burung ini memiliki paruh yang berwarna merah. Persilangan spesies ini menghasilkan beberapa ras burung, salah satu diantaranya adalah burung lovebird biola. Keanekaragaman jenis burung lovebird Fisher ini sangat bervariasi sehingga harganya pun berbeda-beda. Salah satu yang paling disenangi adalah ras lovebird biola yang harganya sekitar 500 ribu untuk sepasang burung dewasa.

Burung Lovebird Bertopeng

Burung yang beranama latin Agapornis personata ini berasal dari Tanzania Utara. Ia merupakan salah satu jenis burung lovebird yang paling banyak disukai karena memiliki warna bulu yang rupawan. Panjang tubuh burung dewasa sekitar 14 cm. Kepala, pipi dan leher burung ini berwarna hitam, tengkuk dan dada berwarna kuning, sayap berwarna hijau dan sebagian sayap itu berwarna hitam. Badan bagian bawah berwarna hijau muda sedangkan paruhnya berwarna merah. Matanya dilingkari oleh suatu lingkaran putih.

Antara Burung jantan dan betina memiliki warna yang sama. Selain spesies dengan warna yang disebutkan diatas, ada juga spesies mutan yang bulu tubuhnya berwarna biru dengan kepala putih. Spesies mutan inilah yang banyak dicari orang dan memiliki harga yang cukup mahal. Masked lovebird berwarna biru ini biasanya memiliki harga sekitar 1 juta rupiah per individunya.

Burung Lovebird Lilian

Jenis burung memiliki nama latin Agapornis liliane ini, merupakan burung lovebird terkecil yang berasal dari Afrika. Burung lovebird lilian panjang tubuhnya hanya sekitar 12 cm. Sebagian besar tubuhnya berwarna hijau, yaitu pada bagian dada bagian atas, punggung dan sayapnya. Leher dan kepala burung ini berwarna orange dan semakin keatas warna oranyenya makin pekat.

Burung ini sering dikira sebagai lovebird fisher dengan ukuran yang lebih kecil, keduanya memang mirip. Perbedaannya adalah pada lovebird lilian memiliki tuduh berwarna hijau zaitun dan pantan yang berwarna biru. Populasi burung ini sudah sangat sedikit sehingga termasuk ke dalam hewan yang dilindungi. Oleh karena itu, jarang sekali ada yang menjual jenis burung ini.

Lovebird Pipi Hitam

Sesuai dengan namanya, burung yang bernama latin Agapornis nigrigensis ini dicirikan dari bulu pada bagian pipi dan bawah mulutnya yang berwarna hitam. Jenis brung loveird ini merupakan hewan endemik di wilayah yang relatif kecil di bagian Barat Daya Zambia. Oleh karena kecilnya habitat burung ini dan banyaknya kerusakan di sana yang diakibatkan manusia, populasi burung ini setiap tahunnya terus berkurang hingga ke taraf yang mengkhawatirkan. Menurut IUCN, spesies burung ini dimasukkan ke dalam salah satu hewan yang telah rentan untuk punah.

Burung lovebird pipi hitam memiliki panjang sekitar 14 cm, dengan sebagian besar bulunya berwarna hijau. Bulu di dahinya berwarna cokelat kemerahan sedangkan pipi dan tenggorokannya berwarna hitam Terdapat sediki bulu berwarna oranye di bawah tenggorokannya. Burung ini memiliki kaki yang berwarna abu-abu dan sebuah cincin berwarna putih di antaranya matanya. Paruh burung dewasa berwarna merah cerah, sementara saat masih remaja paruhnya berwarna oranye. Kicauannya sangat keras dan menusuk serta berirama, seperti seseorang yang sedang memanggil kekasih hatinya.

Jenis burung lovebird ini dianggap memiliki kicauan terbaik diantara spesies lainnya. Oleh karena itu, banyak penggemar burung kicau yang memburunya. Sayangnya karena populasinya yang sudah rentan kepunahan, sangat sedikit orang yang mau menjualnya. Biasanya kalaupun ada, harga spesies ini mencapai lebih dari 5 juta rupiah.

Lovebird Madagaskar

Grey-headed lovebird- Madagascar love bird (Agapornis cana) at the Houston Zoo.
Curator of birds is Chris Holmes. cholmes@houstonzoo.org
Helping also today were Renee Bumpus, Megan, Ben, Cory and Chris Holmes.
My contact is Renee Bumpus.
E-mail rbumpus@houstonzoo.org
Zoo director is Rick Barongi

Jenis burung bernama latin Agapornis canus ini merupakan satu-satunya lovebird yang tidak berasal dari Afrika. Burung ini habitat aslinya berada di pulau Madagaskar, sebuah pulau di tenggara benua Afrika. Ia merupakan salah satu spesies lovebird terkecil dengan panjang tubuh 13 cm dan berat sekitar 30-36 gram. Paruh dan kakinya berwarna abu-abu pucat.

Spesies ini tergolong dimorfik secara seksual, burung betina dewasa seluruh tubuhnya berwarna hijau dengan punggung dan sayap berwarna hijau tua, pantat berwarna hijau cerah dan dada berwarna hijau pucat. Sedangkan burung jantan dewasa pada bagian kepala, leher dan dadanya berwarna abu-abu pucat atau putih.

Jenis burung ini sangat disukai di negara-negara eropa sehingga pernah diimpor secara besar-besaran kesana. Sayangnya, spesies ini relatif susah dibudidayakan dan hanya sedikit peternak yang berhasil membudidayakannya hingga lebih dari dua generasi. Hal tersebut dikarenakan burung ini sangat sulit sekali untuk dikembangbiakan di kandang. Oleh karena itu, jenis burung lovebird ini memiliki harga yang cukup mahal yaitu sekitar 500 dollar Amerika atau sekitar 7 juta rupiah per ekornya. Burung ini sangat jarang sekali ada yang punya di negeri kita.

Perbedaan Burung Lovebird Jantan dan Betina

Tidak mudah menentukan jenis kelamin burung lovebird. Sejauh yang saya tahu, telah banyak teori yang memberikan cara membedakan jenis burung tersebut. Namun, tetap saja susah dalam memberikan keakuratannya. Menurut saya, patokan yang paling mudah hanya dilihat dari ekornya. Ekor lovebird jantan berbentuk lonjong meruncing sedangkan betina lebih rata. Namun, ini juga tidak memberikan jaminan kebenaran mutlak.

Tinggalkan komentar